Emas…………

Tadi sempat berpikir, kenapa sih di Olimpiade, orang dikasih hadiah medali emas, perak dan perunggu? Kenapa emas itu berharga?? Kenapa perak ditaruh di tempat kedua? Kenapa perunggu ditaruh di tempat ketiga? Kenapa bukan perunggu aja di tempat pertama????

Jawaban paling mudah ya… Emas lebih langka dari perak… Perak lebih langka dari perunggu. Mudah.

Tapi bagaimana prosesnya?

Saya sempat mencari di internet tentang memurnikan emas. Perjalanan dari sebuah biji emas kotor sampai emas murni 24 karat yang berkilauan. Yang saya cari bukan cara modern yang menggunakan ionisasi atau reaksi kimia lainnya. Yang saya cari pemurnian emas jaman dulu, Olimpiade jaman dulu.

Untuk memurnikan emas diperlukan tungku api. Tungku API! API!

Pertama, si tukang emas akan memanaskan tungku itu sampai emas melebur menjadi cairan. Saat proses melebur ini, kotoran-kotoran seperti karat, debu, biji-biji logam lain yang membuat emas kotor (perak juga??) akan terapung naik ke atas membentuk satu lapisan kotor. Tukang emas akan mengambil kotoran ini memakai sekop dan membuangnya. (Tentu saja si Tukang emas ini harus hati-hati… kalau tidak, dia sendiri yang terbakar!)

Setelah itu, tukang emas akan menambah panas api dan melebur emas lebih cair lagi. Kotoran yang tadi belum sempat terambil akan semakin naik dan naik membentuk satu lapisan lagi. Tukang emas tinggal mengambil kotoran ini lagi dan membuangnya.

Proses akan diulang terus sampai si tukang emas merasa sudah cukup. Jaman dulu mana ada sih timbangan untuk mengukur kadar emas. Sampai di mana emas itu cukup murni?
Kalau bayanganmu terpantul di atas cairan emas murni itu, maka emas itu sudah cukup murni dan siap untuk dijadikan medali atau perhiasan.

Perak juga sama caranya. Hanya saja, perak lebih banyak terdapat di dunia. Perak, dalam keadaan tertentu bisa berkarat dan rusak.
Emas tidak akan pernah rusak. Dia tidak bisa berkarat, bahkan bisa tahan dalam keadaan asam sekalipun. A Perfect metal!

Perunggu? Tinggal campur saja tembaga dengan logam lain!! Jadilah perunggu!!

So, apa nih maksudnya??

Misalkan saja saya adalah biji emas. Misalkan saja saya adalah biji logam, dan Tuhan adalah si tukang logam. Tukang logam pingin dong hasil kerjanya sempurna? Sebuah karya yang akan dicintaiNya, sebuah karya sempurna! Emas murni yang siap dipakai untuk sebuah perhiasan, medali, apapun juga! Murni, indah dan berkilauan.

Oh, yeah… SAYA AKAN DIBAKAR!!!

Apa cukup dibakar sekali???

No way!

Saya akan dibakar berkali-kali, berkali-kali, berkali-kali, berkali-kali sampai Dia bisa bercermin di atas saya. Sampai dia bisa melihat diriNya di dalam saya. Sampai Dia bisa terlihat di dalam saya, sampai semua orang bisa melihat Dia di dalam saya.

Seorang anak bertanya pada ibunya : “Ibu, alamat Tuhan itu ada di mana sih? Saya mau kirim surat…”

Ibu menjawab sambil menunjuk hati si Anak : “Di sini. Tuhan ada di dalam sini…”

Masalah tidak akan berhenti. Masalah bakal terus datang kok. Biar besar, kecil, sedih, marah… semuanya akan datang terus menerus, seperti Tukang emas yang terus-menerus membakar emasnya sampai Dia dapatkan emas murni.

Yang jadi masalah, maukah saya jadi emas murni?

Atau saya mau KABUR dan jadi emas campuran aja? Emas 10 karat? atau Emas 1 karat? Atau bahkan saya buang saja kadar emas saya supaya saya tidak lagi dibakar??

About these ads

~ by jalanrejeki on January 28, 2009.

2 Responses to “Emas…………”

  1. mas pinter sekali ………….. mas ahli tauhid ya……… bahsanya tinggi mas,………….. asyk banget…….. lok boleh kenalan saya syaiful anak bondowoso……… ini nomer hp saya 087852600696……. salam kenal ya mas…… saya tunggu sms or callingnya……….

    • salam kenal balik mas…saya hanya hamba biasa mas..ga ada yg pinter..karna diatas yg pinter pasti ada yg lbh pinter..hanya sekedar berbagi aja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: